Pengelolaan Bank Sampah untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bank Sampah Berkah Kelurahan Melayu
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Pengelolaan sampah melalui bank sampah di Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong
telah berjalan sejak 2018. Sampah yang dinilai tidak memiliki nilai ekonomis
ternyata dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, melalui Bank Sampah Berkah
Kelurahan Melayu.
Lurah Kelurahan Melayu Aditya Rakhman
mengatakan, sampah yang dihasilkan melalui bank Sampah Melayu Berkah selama 1
bulan sekitar 1 hingga 2 ton, dengan nilai sekitar Rp. 1 juta hingga 1,5 juta.
"Dalam 1 bulan bisa 2 kali menyetor ke
pengepul, banyak sedikitnya sampah yang dihasilkan tergantung dari nasabah atau
masyarakat yang menyetor ke bank sampah," kata Aditiya Rakhman kepada
Poskotakaltimnews, Sabtu (10/6/2023).
Sementara di Kelurahan Melayu ada sekitar 25
nasabah tetap yang rutin menyetorkan sampahnya ke bank sampah, namun hal ini
tidak menutup kemungkinan kedepan warga dari Kelurahan lainnya juga ikut
menyetor ke bank Sampah Melayu Berkah.
"Kita setiap Jum'at buka tampungan
sampah yang bernilai ekonomis dari masyarakat, di dekat kantor Lurah. Dan rata
rata sampah masyarakat yang bernilai seperti kardus, botol plastik, maupun
plastik lainnya," ucapnya.
Menurutnya, sampah juga memiliki nilai
ekonomis meskipun harganya tidak seberapa, tapi ketika hal itu bisa dikumpulkan
dapat membantu perekonomian masyarakat.
"Uang yang dihasilkan dari sampah bisa
untuk tambah-tambah kebutuhan warga. Jadi masyarakat harus bisa memilah mana
yang sampah bernilai ekonomi dan tidak, dan dikumpulkan kemudian bisa
disetorkan ke bank sampah," sebutnya.
Dirinya berharap, bank sampah semakin eksis
agar bisa membantu perekonomian masyarakat, dan kepada pemerintah daerah bisa
memberikan dukungan terkait dengan fasilitas sarana dan prasarana, seperti dibangunkannya
gedung bank sampah.
"Kami berharap kepada pemerintah daerah
bisa membangun tempat bank sampah yang permanen, karena kami selama ini bank
sampahnya berpindah pindah," tutupnya.(adv/riz)